Kamis, 12 Januari 2017

Ilmuan/Tokoh Penemu Seputar Sistem Respirasi


Penemu Sistem Sirkulasi Pernafasan 

Ibn al-Nafis, adalah seorang dokter dan pakar bedah. Nama lengkap beliau ialah Alauddin Abu al-Hasan Ibn Abi al-Hazam al-Qurasyi, seorang Arab keturunan Quraisy. Lahir di bandar Damsyik pada 1210M. Beliau telah menghasilkan teknik pembedahan dan perawatan selepas pembedahan. Dalam kajiannya, beliau mendapati darah beredar antara jantung dengan paru-paru. Kajian ini membetulkan kesalahan teori Galen Yunani.



Ibn al-Nafis banyak memberi sumbangan kepada pembangunan dalam bidang pengobatan. Berguru dengan ramai ahli pengobatan, termasuk al-Syeikh Radhiuddin Abu al-Hajjaj Yusuf Ibn Hidrah al-Rahibi. Beliau berpindah ke Kaherah bersama Maufiquddin Abu al-Abbas Ahmad Ibn al-Qasim atau Ibn Abi Usaibaah dan bekerja di Hospital al-Nasiri. Beliau menjadi pengarah hospital manakala rekannya itu menjadi ahli pengobatan mata.

Beliau juga mendalami ilmu bahasa, fiqh, falsafah dan ilmu kalam. Ada yang menyamakan beliau dengan Ibn Sina tetapi beliau lebih pakar dalam pembedahan. Berminat dengan pembedahan jantung dan kerongkong kerana percaya ada kaitan antara pernafasan dan degupan jantung. Sarana beliau ialah memanfaatkan binatang sebagai cara untuk mempelajari struktur tubuh manusia. Telah menghasilkan banyak penulisan tetapi kebanyakannya telah hilang. Beliau meniggal di Damsyik apda 1288 M.

Penemuan William Harver mengenai peredaran darah dan Fungsi Jantung



Harvey pertama-tama menyusun pendapat tentang sirkulasi darah itu dengan jalan membuat perhitungan secara arithmatik yang sederhana. Dia memperkirakan bahwa jumlah darah yang dipancarkan oleh tiap denyut jantung sekitar 2 ons. Karena jantung berdenyut 72 kali per menit, penjumlahannya dapat disimpulkan sekitar 540 pon darah dipancarkan tiap jam ke dalam aorta. Tetapi, jumlah yang 540 pon melebihi jumlah berat badan seorang manusia normal, bahkan jauh melebihi jumlah berat badan itu sendiri. Karena itu jelas buat Harvey bahwa darah yang sama secara tetap berputar lewat jantung. Sesudah merumuskan hipotesa ini, sembilan tahun lamanya dia pergunakan untuk melakukan percobaan-percobaan dan melakukan penyelidikan teliti untuk menentukan perincian peredaran darah.

Penemu Hukum Hooke 


Pada tahun 1662, Hooke diterima sebagai anggota Curator Royal Society yang tugas utamanya adalah mengusulkan dan membuat beberapa macam percobaan untuk diajukan pada pertemuan mingguan kelompok itu. Dua tahun berikutnya, Hooke menduduki posisi sebagai profesor bidang geometri pada Gresham Collage, menggantikan posisi Issac Borrow yang mundur dari jabatan itu. Di tengah kesibukannya sebagai kurator di Curator Royal Society pada tahun 1665, Hooke menerbitkan buku yang diberi judul Micrographia, buku yang merupakan buku bidang biologi disebut-sebut sebagai buku yang hanya dibuatnya, tetapi juga berisi sejumlah gambar yang indah dan tidak lazim dari seorang yang memiliki keahlian menggambar.
 Kepiawaian Hooke sebaga ilmuan yang serba bisa ditunjukkan pada tahun 1666, ketika terjadi kebakaran besar di kota London. Hooke yang memiliki kemampuan menggambar seperti layaknya seorang arsitek membuat perencanaan kembali gedung-gedung yang telah rusak karena terbakar. Dewan kota kemudian memilih Hooke untuk menjadi perencana pembangunan kota di bawah pengawsan Sir Cristopher Wren, salah seorang yang kemudian menjadi sahabat dekat Hooke menemukan peran oksigen dalam sistem pernapasan. Robert Hooke memiliki perhatian yang sangat luas di bidang keilmuan, mulai dari astronomi sampai geologi, hukum kekekalan (elastisitas) masih memakai namanya. Ia memberikan kontribusi besar ke arah menerangkan gerakan dengan mengatakan bahwa orbit planet-planet itu akibat dari gabungan inersia menuruni garis lurus dan gaya tarik matahari.

Hukum Hooke

Hukum Hooke yang ditemukan dengan rumus tanda (-) menyatakan bahwa arah F berlawanan dengan arah perubahan panjang x. Menurut Hooke , dengan x diukur dengan posisi keseimbangan pegas. Tanda (-) menunjukkan bahwa pegas diregangkan (L > 0), gaya yang dikerjakan pegas mempunyai arah sehingga menyusutkan L. Sebaliknya, waktu mendesak pegas (L < 0), gaya pegas pada arah L yang positif sedangkan k disebut konstanta pegas mempunyai dimensi gaya/panjang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar